Buku ini menjelaskan prinsip-prinsip dan adab dalam membantah atau berdebat berdasarkan bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Penulis menegaskan bahwa tidak semua bentuk perdebatan itu tercela—Islam hanya memuji perdebatan yang dilakukan untuk membela kebenaran dan menolak kebatilan. Sebaliknya, perdebatan yang didasari hawa nafsu, ambisi dunia, atau tanpa ilmu termasuk perbuatan yang tercela dan berbahaya bagi iman.
Melalui penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits Nabi ﷺ, dan pandangan para ulama salaf, buku ini membedakan antara “membantah yang terpuji” dan “membantah yang tercela”. Penulis juga menekankan pentingnya adab dan niat ikhlas dalam berdialog, seperti berbicara dengan lemah lembut, memahami lawan bicara, serta menjauh dari perdebatan yang tidak bermanfaat. Di akhir buku, pembaca diajak untuk memahami siapa yang patut dibantah, bagaimana cara yang benar, dan kapan sebaiknya diam.
Kaidah Membantah Menurut al-Qur'an dan as-Sunnah
| Penulis | : Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc. |
|---|---|
| Tanggal Terbit | : 19 April 2026 |
| Rubrik | : Tafsir |
| Lampiran | : Buka / Unduh PDF |
Bacaan Terkait
Eksplorasi lebih lanjut tentang topik serupa