Buku "Mengapa Kaum Nabi Nuh Dilanda Tsunami?" karya Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc. mengulas kisah kaum Nabi Nuh dari perspektif tafsir dan akidah Islam. Penulis menjelaskan bahwa sebab utama ditimpakannya azab berupa banjir besar adalah perbuatan syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam ibadah. Kesyirikan tersebut bermula dari sikap berlebihan dalam mengagungkan orang-orang shalih yang telah wafat, yang awalnya hanya digambar dan dikenang, lalu berkembang menjadi penyembahan berhala.
Buku ini juga memaparkan perjuangan Nabi Nuh dalam berdakwah selama 950 tahun untuk menegakkan tauhid dan memberantas kesyirikan. Namun, dakwah tersebut ditentang oleh para pemuka dan orang-orang berpengaruh yang justru membuat makar besar demi mempertahankan tradisi penyembahan berhala. Mereka menyesatkan masyarakat awam, memusuhi penyeru kebenaran, serta terus menghidupkan simbol-simbol kesyirikan di tengah kaum mereka.
Pada bagian akhir, penulis menegaskan bahwa azab yang menimpa kaum Nabi Nuh merupakan pelajaran besar bagi seluruh umat manusia. Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni apabila pelakunya tidak bertaubat, dan dapat menghapus seluruh amal kebaikan. Buku ini menjadi peringatan agar kaum Muslimin menjaga kemurnian tauhid, menjauhi pengkultusan makhluk, serta mengambil ibrah dari kehancuran umat-umat terdahulu.
Mengapa Kaum Nabi Nuh Dilanda Tsunami?
| Penulis | : Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc. |
|---|---|
| Tanggal Terbit | : 21 April 2026 |
| Rubrik | : Tafsir |
| Lampiran | : Buka / Unduh PDF |
Bacaan Terkait
Eksplorasi lebih lanjut tentang topik serupa