Buku ini menjelaskan secara mendalam tentang kemuliaan Kota Madinah sebagai kota paling mulia setelah Makkah al-Mukarramah. Berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an, hadits-hadits shahih, dan penjelasan para ulama salaf, penulis menggambarkan keutamaan Madinah, penduduknya, dan nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Diawali dengan tafsir surah al-Hasyr ayat 9, penulis menguraikan keteladanan kaum Anshar yang penuh keikhlasan dan pengorbanan bagi kaum Muhajirin. Selanjutnya dibahas keutamaan kota Madinah, seperti tempat turunnya wahyu, pusat ilmu dan iman, terjaga dari fitnah Dajjal dan wabah penyakit, serta tanah yang diberkahi Allah.
Buku ini juga menjelaskan keutamaan bersabar tinggal di Madinah, ganjaran besar shalat di Masjid Nabawi dan Masjid Quba‘, serta adab-adab bagi penduduk dan peziarah Tanah Haram Madinah. Di bagian akhir, penulis menyoroti bahaya melakukan maksiat di Tanah Haram dan kesalahan umum para peziarah akibat kurangnya ilmu, seperti berdoa di kubur Rasulullah ﷺ atau melakukan perbuatan syirik dan bid‘ah.
Dengan gaya bahasa yang ringkas dan bersumber kuat dari nash-nash syar’i, buku ini menjadi panduan penting bagi setiap muslim yang ingin memahami keutamaan, adab, dan kesucian Kota Madinah, agar ziarah dan ibadah di sana dilakukan sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.
Madinah Kota Paling Mulia Setelah Makkah al-Mukarramah
| Penulis | : Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc. |
|---|---|
| Tanggal Terbit | : 19 April 2026 |
| Rubrik | : Tafsir |
| Lampiran | : Buka / Unduh PDF |
Bacaan Terkait
Eksplorasi lebih lanjut tentang topik serupa