Skip to content
Cover

Bolehkah Mengalap Berkah?

Penulis : Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc.
Tanggal Terbit : 19 April 2026
Rubrik : Tafsir
Lampiran : Buka / Unduh PDF
Buku berjudul "Bolehkah Mengalap Berkah?" merupakan seri ke-35 dari kumpulan buku tafsir yang ditulis oleh Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc. dan diterbitkan oleh Ma'had al-Furqan al-Islami. Karya ini memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena tabarruk, yaitu upaya mencari kebaikan yang melimpah dan langgeng dalam pandangan syariat. Penulis menekankan prinsip dasar bahwa keberkahan hanyalah milik Allah semata; tidak ada satu pun makhluk yang memiliki kemampuan untuk memberikan berkah secara mandiri.

Buku ini menguraikan berbagai praktik mengalap berkah yang umum terjadi di masyarakat ke dalam beberapa kategori utama. Pertama, dijelaskan bahwa tabarruk terhadap zat Rasulullah (seperti bekas wudhu atau keringat) adalah kekhususan yang hanya diperbolehkan saat beliau masih hidup. Adapun terhadap orang shalih atau kiai, penulis menegaskan bahwa keberkahan mereka terletak pada ilmu dan amalnya, bukan pada zat fisik atau sisa makanan mereka. Mencari berkah dengan mengusap tubuh atau berebut sisa konsumsi tokoh agama dianggap sebagai perbuatan yang melampaui batas.

Selain itu, penulis mengulas keberkahan terkait tempat (seperti Makkah dan Madinah) serta waktu (seperti Ramadhan dan hari Jumat). Keberkahan tersebut diraih melalui ibadah yang sesuai Sunnah, bukan dengan tindakan bid'ah seperti mengusap dinding masjid atau kain kiswah Ka'bah. Penulis juga memperingatkan bahaya syirik besar, seperti meyakini benda keramat, pohon, atau kotoran hewan tertentu dapat mendatangkan keberuntungan.

Sebagai kesimpulan, buku ini merangkum empat hukum tabarruk: yang disyariatkan, dibolehkan (seperti obat-obatan), bid'ah, hingga yang masuk kategori syirik besar. Karya ini hadir sebagai panduan praktis untuk memurnikan akidah umat agar senantiasa merujuk pada Al-Qur'an dan Sunnah.

Bacaan Terkait

Eksplorasi lebih lanjut tentang topik serupa

Lihat Semua